Senin, 13 Februari 2017
Seks Dan Emosi?
Sebuah jargon mengatakan, emosi hanyalah masalah waktu. Ada benarnya. Fluktuasi emosi yang naik turun tidak stabil hanya dapat diredakan oleh waktu. Setiap pasangan mempunyai dinamika yang berbeda dalam mengolah kemarahan, rasa benci, dan kekecewaan. Ada yang hanya dalam satu hari bisa berbaikan kembali, namun ada pula pasangan yang membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan untuk kembali akur. Itu pun tergantung dari kualitas permasalahan atau kesalahan yang ada.
Karenanya, tidak ada waktu yang pasti kapan Anda bisa mengajak pasangan Anda untuk tidur bersama dan membicarakan masalah yang ada. Anda dan pasangan Anda sendirilah yang tahu. Butuh kesabaran untuk mengajak si Dia seranjang lagi dan itu adalah tantangan bagi Anda, para pria. Beri waktu buat Dia – dan Anda – untuk meredakan emosi terlebih dahulu. Namun, kesabaran Anda akan berbuah manis. Begitu Anda mampu mengajaknya ke ranjang, permainan seks akan lebih menggebu dan setelahnya, Anda berdua dapat mencairkan kebekuan relasi Anda selama ini dan mengembalikan kemesraan yang telah Anda bangun sebelum pertengkaran.
Begitu Anda berhasil mengajaknya ke ranjang, saatnya untuk beraksi. Namun, perlu diperhatikan, fokus Anda sekarang adalah mendapatkan kepuasannya. Itu wajar, Bung! Kesalahan yang Anda lakukan hingga merusak mood-nya perlu diperbaiki dengan mengembalikan mood-nya seperti semula. Vanessa Marin, seksolog, mengatakan, “Suasana hati perempuan akan membaik secara cepat jika dia menjadi pusat perhatian pasangannya.” Jadi, inilah saatnya untuk membuat si Dia melambung, Bung!
Rangsangan pada bagian yang tepat adalah insentif yang ditunggu. Lakukan ciuman, jilatan, dan hisapan pada bagian sensitif wanita Anda. Anda juga bisa memberinya pijatan romantis di seluruh bagian tubuhnya secara halus. Saat Anda melihat si Dia menikmatinya, giliran Anda memaktubkan keperkasaan Anda dengan melakukan coitus. Masukkan secara perlahan dan lakukan gerakan maju-mundur secara lembut pula.
Seks yang bertujuan untuk rekonsiliasi ini adalah saat yang tepat untuk mengatakan permintaan maaf, sekaligus menunjukkan permintaan maaf Anda itu dalam gerak seks yang emosional. Karenanya, sesuaikan tempo dengan ritme kenikmatan yang diperoleh pasangan Anda. Saat Dia mengajak Anda untuk masuk lebih dalam dan cepat, lakukan demikian. Saat Anda mengikuti ritmenya, Dia akan menikmatinya dan melupakan kesalahan yang pernah Anda buat.
